Menstrual Cup, dari Keunggulan Hingga Risikonya

Menstrual Cup, dari Keunggulan Hingga Risikonya
Ilustrasi Menstrual Cup/Pexels
  • Menstrual cup mulai banyak menjadi pilihan pengganti pembalut sekali pakai karena baik bagi lingkungan dan lebih ekonomis.
  • Walau sudah banyak yang menggunakan sejak puluhan tahun lalu, masih banyak mitos yang beredar mengenai wadah penampung darah haid ini.

noDokter – Penggunaan menstrual cup kini sedang menjadi trend. Alternatif pembalut sekali pakai ini dipercaya lebih ekonomis dan baik bagi lingkungan.

Namun, belakangan beredar banyak romor tentang menstrual cup yang cukup meresahkan para wanita. Salah satunya adalah isu cawan menstruasi yang bisa membuat sulit mendapatkan anak. 

Apa betul kabar tersebut? Lalu, apa sebenarnya keunggulan serta risiko yang akan kita peroleh ketika memilih menstrual cup? Kami akan membahasnya lengkap.

Apa Itu Menstrual Cup?

Sesuai dengan namanya, menstrual cup adalah cangkir yang dapat menampung darah saat menstruasi. Cangkir ini terbuat dari bahan silikon sehingga sangat elastis.

Berbeda dengan pembalut pada umumnya yang kita gunakan di luar organ kewanitaan, cangkir ini harus dimasukkan ke dalam rongga vagina

Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, namun umumnya cawan ini bisa menampung darah haid hingga 30 ml. 

Karena bentuk corongnya yang cukup lebar, Anda perlu melipat mulut corong tersebut ketika akan menggunakannya. Cangkir ini harus kita letakkan dengan benar untuk menghindari kebocoran.

Keunggulan Menggunakan Menstrual Cup

Penggunaan cangkir menstruasi sebenarnya sudah ada sejak tahun 1937. Namun, setelah adanya evolusi pembalut sekali pakai pada 1970, penggunaannya cukup redup.

Hingga baru beberapa tahun terakhir, menstrual cup kembali banyak digaungkan oleh sejumlah kalangan, terutama para pencinta lingkungan. Mereka mengklaim pembalut sekali pakai bisa mencemari lingkungan dan sulit terurai oleh tanah.

Sedangkan menstrual cup, tentunya tidak menimbulkan sampah sama sekali. Karena kita bisa menggunakannya berkali-kali.

Selain berdampak baik pada lingkungan, keunggulan menggunakan cangkir ini adalah dari segi ekonomi. Anda bisa menghemat cukup banyak jika menggunakan cangkir menstruasi.

Sebagai gambaran, Anda bisa menemukan cangkir menstruasi di pasaran dengan harga Rp 400 Ribu-Rp 700 Ribu. Harga ini mungkin terasa mahal, padahal jika dibandingkan dengan pembalut sekali pakai per tahunnya, angka tersebut sangat kecil.

Risiko Menggunakan Menstrual Cup

Walaupun memiliki keunggulan, tentunya cangkir menstruasi juga punya sejumlah kerugian. Salah satu yang paling mendasar adalah penggunaannya yang sering merepotkan bagi sejumlah wanita.

Sebagai cangkir yang dapat kita gunakan kembali, Anda tentunya harus mencucinya dengan sangat bersih sebelum memakainya lagi. Tak hanya itu, dari sejumlah survey, cangkir ini hanya bisa menampung darah sekitar 3-4 jam. Ini berarti Anda harus siap mencucinya selang waktu tersebut.

Risiko lainnya adalah bisa menyebabkan endometriosis. Kondisi ini terjadi ketika jaringan tumbuh di luar rongga rahim. 

Dari riset Gynecologic and Obstetric Investigation pada tahun 2003, menyebutkan bahwa menstrual cup bisa menyebabkan aliran darah haid berbalik arah ke luar rahim. Hal ini karena cangkir ini menampung darah di area rongga vagina. 

Karena kondisi ini pun, cangkir menstruasi juga bisa menyebabkan toxic shock syndrom (TSS). TSS adalah infeksi bakteri yang bisa membahayakan tubuh bahkan mengancam nyawa. 

Namun, kondisi ini sangatlah langka. Menurut penelitian Infectious Disease and Medical Microbiology tahun 2015, baru ada satu kasus terkonfirmasi TSS yang terkena oleh wanita berusia 37 tahun.

Mitos Mengenai Menstrual Cup

Ilustrasi Hamil/iStocks
  • Bisa Membuat Mandul

Dengan adanya risiko endometriosis, banyak yang berpendapat bahwa cangkir menstruasi bisa juga mempersulit mendapatkan keturunan. Padahal, belum ada riset lanjutan tentang hubungan penyakit ini dengan kemandulan.

Terlebih, riset tersebut hanya mengambil studi kasus pada satu orang wanita. 

  • Bisa Renggut Keperawanan

Dengan bentuk yang cukup lebar untuk mulut vagina, banyak wanita yang takut beralih ke menstrual cup, karena dapat menyobek selaput dara.

Padahal, cangkir ini terletak cukup jauh dari mulut rahim sehingga tak akan mengenai selaput dara. 

Terlebih, kini banyak juga pilihan cangkir menstruasi dengan ukuran kecil dan bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan.

Cangkir haid ditempatkan di dalam vagina yang sebenarnya cukup jauh dari lubang keluar urine. Begitupun di bagian dalam vagina, menstrual cup biasanya tak akan menekan kantung kemih ataupun melukainya. 

Bentuknya sudah didesain sedemikian rupa untuk menghindari terkena organ vital lain. 

Nah, setelah membaca penjelasan lengkap di atas, apakah Anda berniat beralih ke menstrual cup? Ataukah tetap dengan pembalut sekali pakai? Yang pasti, semuanya harus sesuai kenyamanan dan dampak kesehatan yang bisa Anda rasakan ke depannya.

Simak artikel kesehatan wanita lainnya di sini.

***

Sumber: Tirto, CNN Indonesia, Gynecologic and Obstetric Investigation, Infectious Disease and Medical Microbiology

Bagikan!

Tinggalkan Balasan