Mengenal Lebih Jauh tentang Kebiri Kimia

Admin 25 Jan 2022 09:21
header-img
  • Kebiri adalah prosedur menghilangkan fungsi testis, sehinga libido menjadi turun dan mandul.
  • Obat utama yang berperan dalam proses kebiri kimia adalah anti androgen.

Penulis: Reza Aditya Digambiro

SALAH satu kasus yang sedang mengemuka saat ini adalah kasus pemerkosaan yang dituntut dengan hukuman kebiri kimia. Kebiri kimia sendiri masih merupakan hal yang baru di Indonesia. Meskipun demikian, metoda hukuman ini sudah diatur dalam Perppu untuk memberi efek jera terhadap pelaku pemerkosaan di negara kita.

Reza A Digambiro

Kebiri yang dilakukan pada laki-laki adalah prosedur untuk menghilangkan fungsi testis , sehinga libido menjadi turun dan akhirnya mandul. Terdapat dua jenis prosedur kebiri yaitu dengan pembedahan (kastrasi) dan kimiawi. Pembedahan (pengangkatan testis) memiliki efek yang permanen sedangkan prosedur kimiawi sifatnya sementara atau temporer.

Kita akan membahas lebih lanjut mengenai prosedur kebiri kimia ini, obat utama yang berperan dalam proses ini adalah anti androgen. Anti androgen digunakan untuk menurunkan kadar testosterone, biasanya dipakai sebagai terapi kanker prostat dengan stadium lanjut. Berbeda dengan pembedahan testis yang memiliki efek menetap, efek kebiri kimia dapat menghilang seiring dihentikannya pengobatan.

Cara kerja anti androgen adalah dengan mempercepat metabolisme testosteron, dan mempengaruhi pelepasan hormon prekursor produksi testosteron oleh kelenjar pituari. Beberap jenis obat yang umum digunakan adalah medroxyprogesterone acetate (MPA) dan cyproterone acetate. Obat obatan ini secara efektif  dapat mengurangi kadar hormone testosterone,  menurunkan gairah seksual, serta mengurangi kemampuan untuk distimulasi secara seksual.

Terlepas dari efektivitas kebiri kimiawi terhadap pelaku kejahatan seksual, masih terdapat pro kontra di masyarakat karena sebagian masyarakat menganggap hukuman ini melanggar hak-hak azasi manusia serta memiliki efek negative jangka panjang terhadap kesehatan.

* dr Reza A Digambiro, M.Kes, M.Ked (PA), SpPA, Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan Direktur RSIA Viola Bekasi


Apakah artikel ini membantu anda?

Kami menggunakan cookie untuk memastikan bahwa kami memberikan pengalaman terbaik untuk Anda.
Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda menyukai website ini.