Lupakan Gadget, Yuk Berlari Saat Muda Biar Sehat dan Keren

Lupakan Gadget, Yuk Berlari Saat Muda Biar Sehat dan Keren
  • Berlari dengan teknik yang baik membantu membentuk postur tubuh lebih baik, lebih tegap, badan berisi, dan tinggi.
  • Berlari mengurangi hormon stres tubuh yang bisa ‘menjernihkan pikiran’ setelah penat menghadapi tugas sekolah.

noDokter – Kalangan muda saat ini kurang memperhatikan kebugaran tubuhnya. Mereka lebih banyak memegang gadget, bermain game dan mengonsumsi junk food. Akhirnya kebanyakan mengalami obesitas. Salah satu solusinya adalah aktivitas berlari saat muda yang akan membuat lebih sehat dan keren.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan kasus obesitas di Tanah Air kian meningkat. Hal itu berdasarkan data dari Kemenkes, 1 dari 3 orang dewasa Indonesia mengalami obesitas. Kemudian tercatat pula bahwa 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Sebuah studi oleh para peneliti di Kings College London menemukan tingkat obesitas anak usia 11 hingga 15 tahun terus meningkat. Hal ini membuat kelompok usia remaja awal ini paling berisiko masalah kesehatan termasuk penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Tetapi juga ada risiko lainnya yakni masalah kesehatan mental termasuk depresi dan kecemasan.

Pengaruh Minimnya Aktivitas Fisik

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya obesitas pada remaja, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal meliputi konsumsi makan, pengetahuan gizi, tingkat pendidikan, lingkungan sosial budaya, dan aktivitas fisik. Sedangkan, faktor internal di antaranya adalah usia, jenis kelamin, kondisi fisik, dan penyakit infeksi.

Faktor eksternal merupakan faktor terbesar yang berperan dalam menyebabkan terjadinya obesitas, sedangkan faktor internal hanya menyumbang sebesar 10%. Aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor eksternal yang paling berpengaruh besar pada terjadinya obesitas.

Salah satu bentuk kegiatan yang menghabiskan waktu tanpa aktivitas fisik bagi anak remaja adalah bermain internet atau media sosial. Menurut survei dari Global Web Index tahun 2016, rata-rata orang dapat menghabiskan waktu selama 2 jam hanya untuk membuka media sosial. Seiring dengan perkembangan teknologi seperti gadget dan adanya akses media sosial menyebabkan anak remaja semakin malas untuk melakukan olahraga.

Lari adalah olahraga paling murah dan mudah yang bisa menjadi solusi. Dua manfaat penting olahraga lari adalah membakar kelebihan kalori, sehingga efektif menurunkan berat badan. Kedua, menguatkan jantung karena setiap lari pada dasarnya adalah latihan kekuatan jantung.

Penampilan Lebih Keren

Ada manfaat lainnya yakni berlari dengan teknik yang baik akan membantu membentuk postur tubuh lebih baik. Biasanya lebih tegap, badan berisi, dan tinggi sehingga dengan badan yang proporsional ini akan menyebabkan secara penampilan lebih keren.

Tidak seperti olahraga tim yang ditawarkan di sekolah menengah seperti basket ball, volley ball, atau futsal, lari dapat ditemukan dan dinikmati secara mandiri tanpa risiko merasa malu dan dikritik, terutama pada usia sensitif ini.

GP Juliet McGrattan berkata: “Masa remaja adalah jendela yang penting untuk mendorong gaya hidup sehat. Tetapi lebih banyak hobi menetap dapat mengambil alih dan peningkatan kesadaran diri sering kali dapat membuat remaja berhenti berolahraga.”

Dengan sekolah kondisi sekolah saat ini, bergabung dengan tim olahraga sering kali terasa menakutkan. Terutama ketika tim olahraga sering kali didominasi oleh kelompok sosial tertentu.

Manfaat bagi Kesehatan Mental

Manfaat lain dari lari adalah bagi kesehatan mental anak muda. Berlari mengurangi hormon stres tubuh, termasuk adrenalin dan kortisol. Sekaligus merupakan cara sempurna membantu remaja ‘menjernihkan pikiran’ setelah mengalami kepenatan menyelesaikan tugas kampus atau sekolah.

Namun, perlu dipertimbangkan bahwa seperti orang dewasa, remaja perlu secara bertahap meningkatkan jarak dan frekuensi lari mereka. GP Juliet McGrattan menyarankan bahwa “meskipun tidak ada pedoman ketat tentang seberapa banyak berlari terlalu banyak untuk remaja, pelat pertumbuhan tidak sepenuhnya terbentuk sampai seseorang melewati masa remaja sehingga diperlukan beberapa perawatan.”

Dia mengatakan bahwa pelatihan silang, inti kekuatan dan pengondisian sama pentingnya bagi remaja seperti orang dewasa dan postur yang baik pada usia ini sangat penting. “Menikmati berbagai olahraga untuk kebugaran secara menyeluruh sangat ideal,” katanya. Juliet juga menyarankan untuk mendorong nutrisi yang baik dan banyak tidur, penting untuk tingkat energi remaja, perbaikan dan pemulihan. [*]

Bagikan!

Tinggalkan Balasan