Pentingnya Pengendalian Diri Ketika Berlatih Bela Diri

Pentingnya Pengendalian Diri Ketika Berlatih Bela Diri
  • Pengendalian diri menjadi sikap mental yang utama dan pertama di dalam bela diri.
  • Jika praktisi bela diri arogan, tidak mau kalah dan mudah emosi, berarti belum memahami arti sebenarnya dari filosofi bela diri.

noDokter – Latihan bela diri mengajarkan kita untuk lebih mengendalikan diri. Karena itu, untuk memulai latihan bela diri, tak hanya persiapan fisik juga membutuhkan kesadaran tentang pengendalian diri.

Secara tidak disadari, belajar bela diri tidak hanya untuk melatih fisik, melatih kekuatan, ketahanan, keseimbangan, ataupun ketangkasan. Namun, berlatih ilmu bela diri juga menempa jiwa. Hal tersebut juga sangat penting sehingga membuat kita kuat secara fisik dan jiwa.

Pemahaman bagaimana menahan diri dan mengendalikan diri sangat penting ketika belajar bela diri. Pengendalian diri menjadi sikap mental yang utama dan pertama di dalam bela diri. Apalagi ilmu bela diri secara prinsip mengajarkan nilai-nilai luhur dan kemanusian. Di antaranya sikap berani, disiplin, jantan, satria, ketenangan dan lain-lain.

Menahan diri saat bertarung

Pengendalian diri secara umum artinya menahan diri dari melakukan sesuatu yang dianggap salah atau tidak baik. Di dalam konteks bela diri, artinya menahan diri dari bertarung karena sebab yang tidak prinsip.

Tidak hanya bela diri yang mengajarkan pengendalian diri. Agama, moral, norma, dan  budaya juga mengajarkannya. Contohnya agama Islam mengajarkan pengikutnya untuk menahan diri supaya tidak makan-minum, bercampur dengan pasangan sah, berbuat dosa, dan hal-hal tidak baik lainnya saat menjalankan ibadah puasa.

Mengapa pengendalian diri itu penting? Sebab pengendalian diri adalah pembeda antara orang yang berpendidikan bela diri dengan berandalan. Berandal akan bertarung jika ada pemicunya, apapun itu. Siswa bela diri tidak akan bertarung walaupun diejek dan diprovokasi, kecuali jika lawan sudah menyerang badannya dan tidak memberi pilihan lain.

Pengertian pengendalian diri sebenarnya tidak hanya berlaku sebelum pertarungan, tapi juga di saat pertarungan. Menghadapi lawan bersenjata, misalnya, tidak mesti sampai membunuhnya atau melukainya. Cukup dengan melucuti senjatanya dan membuatnya tidak berdaya, Anda sudah memenangkan pertarungan. Melukai lawan atau membunuhnya adalah tindakan pembelaan diri yang berlebihan, itu artinya Anda melanggar hukum.

Menang bertarung

Kemenangan juga tidak mesti berarti menang bertarung. Menang itu berarti berhasil menguasai keadaan. Tanpa bertarung sekalipun jika lawan sudah takluk dan tidak meneruskan konflik, Anda keluar sebagai pemenang. Jika orang yang berlatih bela diri cenderung arogan, tidak mau kalah dan mudah emosi, berarti belum memahami arti sebenarnya dari filosofi bela diri.

Ada beberapa poin penting dalam bela diri dalam melatih kesabaran dan pengendalian diri.

1. Bela diri mengajarkan bahwa saat bertarung agar tidak mudah terpancing emosi, belajar memancing emosi lawan tetapi jangan sampai emosi sendiri terpancing. Juga belajar sabar untuk menunggu sampai pertahanan lawan benar benar terbongkar baru melancarkan serangan pamungkas.

2. Bela diri yang benar tidak hanya mengajarkan teknik-teknik dalam bertarung, bertahan, dan melumpuhkan lawan. Bela diri yang benar juga mengajarkan budi pekerti, filosofi dan moral. Sehingga orang yang berlatih beladiri dengan benar akan tidak mudah menjadi orang yang fanatik, berpikiran sempit dan radikal terhadap aliran beladirinya sendiri.

3. Tidak terlalu percaya diri. Praktisi bela diri harus mampu membuat dirinya tidak terlalu percaya diri secara berlebihan dan juga tidak merasa rendah diri. Selain itu tidak akan pernah terbawa emosi karena dia mampu menguasai diri. Praktisi bela diri tahu bahwa emosi adalah awal dari pancingan untuk lepas kendali diri hingga tidak mampu menguasai diri. [*]

Foto: Shutterstock

Bagikan!

Tinggalkan Balasan