Pemulihan Setelah Latihan yang Ternyata Tak Berguna

Pemulihan Setelah Latihan yang Ternyata Tak Berguna
Sauna jadi salah satu pemulihan latihan yang populer/Pexels
  • Banyak yang berpikir sauna setelah berolahraga bisa mengeluarkan racun dalam tubuh, padahal faktanya tidak.
  • Ada juga yang memilih memakai suplemen anti-oksidan untuk mempercepat pemulihan latihan, sayangnya suplemen malah bisa menimbulkan masalah kesehatan lain.

noDokter – Setelah tenaga terkuras setelah berolahraga, biasanya kita melakukan sejumlah pemulihan untuk mengembalikan energi yang terpakai. Banyak yang menyangka pemulihan setelah latihan ini sangat penting untuk mengistirahatkan otot-otot juga memaksimalkan manfaat dari workout itu sendiri.

Namun, sayangnya, ternyata sebagian besar cara pemulihan setelah latihan yang populer di kalangan masyarakat, ternyata tidak memiliki manfaat sama sekali. 

Todd Buckingham, PhD, ketua psikolog untuk olahraga di Mary Free Bed Sports Rehabilitation membeberkan sejumlah pemulihan yang tak perlu lagi Anda lakukan. Berikut daftarnya.

Baca Juga: Ingin Membentuk Otot, Hindari Latihan Keras Tiap Hari!

1. Es

Biasanya jika terjadi kekakuan pada otot setelah berolahraga, es menjadi jalan keluar pertama yang dituju. Dan memang betul, bahwa es bisa meredakan peradangan. 

Tapi, ini tak berlaku untuk pemulihan setelah latihan. Menggunakan es malah akan menghambat pertumbuhan otot juga kekuatannya. 

“Penggunaan es malah akan bisa mengurangi manfaat dari latihan itu sendiri, mungkin Anda hanya bisa mendapat 80% dari manfaatnya.” Jelas Buckingham. 

2. Sauna

Sudah berapa kali Anda ke sauna setelah lelah ke gym? Mungkin ini juga menjadi pemulihan latihan paling populer karena pemikiran bahwa sauna bisa mengeluarkan racun-racun dalam tubuh yang bisa mempercepat pemulihan.

Sayangnya, persepsi ini keliru. Racun dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan lewat keringat, hati dan ginjal lah yang memproses mengeluarkan racun. 

“Diam di sauna malah akan membuat Anda semakin dehidrasi, yang malah berbahaya bagi kesehatan.” Buckingham menjelaskan. 

Selain itu, ada pula studi dari  ​International Journal of Sports Physiology and Performance​ (2019), menenmukan bahwa menghabiskan waktu di sauna setelah latihan menyebabkan penurunan kinerja dan kelelahan serta ketidaknyamanan. 

3. Krim Olahraga

Lotion pereda nyeri mengandung bahan-bahan seperti mentol atau capsaicin yang memberikan sensasi dingin. “Sensasinya mengganggu, tetapi secara fisiologis tidak akan meningkatkan kesehatan otot Anda,” kata Buckingham.

Hal yang sama berlaku untuk krim pereda nyeri otot dan sendi. Buckingham menjelaskan saat ini, tidak ada bukti ilmiah bahwa itu benar-benar berkontribusi pada pemulihan dari sudut pandang fisiologis.

Tapi, salep ini juga tidak buruk untuk Anda, jadi jika efek salep ini bekerja untuk Anda, jangan ragu untuk mengoleskannya.

4. Mengistirahatkan kaki ke atas tembok

Mengangkat kaki ke atas tembok/Pexels

Banyak yang mengklaim meregangkan jari-jari kaki Anda ke atas dapat menghilangkan asam laktat dan meningkatkan sirkulasi dengan mengalirkan darah ke jantung Anda.

Fakta: “Cara terbaik untuk meningkatkan sirkulasi dan membersihkan laktat dari otot adalah dengan bergerak, seperti berjalan atau jogging,” kata Buckingham. “Setiap kali otot Anda berkontraksi, ini membantu memompa darah melalui sistem vena Anda.”

Dengan asumsi otot-otot kaki Anda berada di bawah tekanan selama latihan, mereka benar-benar dapat menggunakan aliran darah ekstra untuk membantu pemulihan. Nah, tentunya, sangat tidak berguna jika Anda malah menghentikannya dengan meletakkan kaki ke atas tembok.

5. Terapi air panas-dingin

Anda mungkin pernah mendengar bahwa duduk di pemandian es kemudian berendam di bak mandi air panas bermanfaat. 

“Terapi air kontras adalah contoh lain dari teknik yang digunakan oleh atlet untuk membuat mereka merasa lebih baik setelah latihan, tetapi tidak selalu memiliki efek fisiologis pada otot,” kata Buckingham.

Di sisi lain, ulasan PLOS One (2013) menyatakan bahwa penelitian terapi air kontras bisa mengurangi nyeri otot dibandingkan dengan pemulihan air hangat saja. 

Namun, Buckingham menjelaskan bahwa nyeri otot adalah ukuran subjektif dan belum ada penelitian lebih lanjut bahwa terapi air kontras yang membantu otot pulih lebih cepat atau lebih sedikit.

Dengan kata lain, terapi ini mungkin membuat Anda merasa lebih baik bahkan jika itu tidak benar-benar mempercepat pemulihan pasca-latihan.

6. Suplemen anti-oksidan

Setelah berolahraga, beberapa orang akan menelan kapsul antioksidan, yang seringkali mengandung vitamin C, vitamin E, dan senyawa CoQ10. Pemikirannya adalah bahwa suplemen ini akan melawan kerusakan akibat radikal bebas, mencegah peradangan, kelelahan dan nyeri.

Namun menurut National Institutes of Health, suplemen antioksidan sebenarnya dapat mengganggu manfaat olahraga, yang menyebabkan berkurangnya pembentukan dan kekuatan otot.

“Penelitian telah menemukan bahwa orang yang pulih dari olahraga dengan meminum pil antioksidan memiliki penurunan kinerja dibandingkan dengan mereka yang pulih dengan makan makanan asli,” kata Buckingham. 

Bahkan suplemen seperti ini malah bisa menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti susah tidur, sakit kepala dan rasa mual.

7. Mandi dengan Epsom Salt

Yang satu ini juga akhir-akhir ini sedang menjadi tren. Banyak yang menjualnya di marketplace dan mengklaim bisa menghilangkan rasa sakit setelah latihan.

Namun, bisakah kristal putih kecil ini benar-benar mengurangi pembengkakan dan rasa sakit setelah berolahraga

“Teori di balik mandi garam Epsom adalah bahwa ketika garam larut dalam air, mereka dapat masuk ke tubuh Anda melalui kulit, belum terbukti.” Tangkal Buckingham.

Namun, garam ini memang mungkin memiliki efek menenangkan. Singkatnya, Garam Epsom mungkin memiliki aroma yang dapat membantu Anda lebih rileks, tetapi tidak ada bukti fisiologis bisa mempercepat pemulihan.

[*]

Sumber: Livestrong, PLOS One, ​International Journal of Sports Physiology and Performance​, National Institutes of Health

Bagikan!

Tinggalkan Balasan