Mengenal Omicron, Varian Baru Virus COVID-19

Mengenal Omicron, Varian Baru Virus COVID-19
Varian Omicron masuk dalam daftar virus COVID yang cepat menyebar/Pixabay
  • Omicron menjadi varian ke-5 virus COVID-19 yang terkenal cepat menyebar, setelah Alpha, Gamma, Beta dan Delta.
  • 9 negara sudah terkonfirmasi memiliki varian ini dengan jumlah 128 kasus.

noDokter Badan Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengumumkan varian baru virus COVID, yang diberi nama Omicron. Kali ini, varian Omicron disebut akan membuat lonjakan baru di sejumlah wilayah di dunia. 

Terkait akan hal ini, pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat dengan melarang orang asing yang memiliki riwayat perjalanan di sejumlah negara tertentu untuk memasuki Indonesia. 

Lalu, dari mana varian virus baru ini berasal? Bagaimana gejalanya? Kita akan membahasnya lengkap.

Apa Itu Varian Omicron?

Varian baru ini pertama kali dilaporkan ke WHO pada 24 November 2021 dari Afrika Selatan. Kemudian, tim peneliti independen Techincal Advisory Group SARS COV-2 Virus Evolution (TAG-VE) meninjau dan memutuskan memasukkan varian ini ke dalam kategori Variant of Concern (VOC).

VOC sendiri merupakan kategori tertinggi untuk varian virus COVID-19 yang terlihat dari dampak penularan, gejala hingga pengaruhnya pada kinerja vaksin. 

Akhirnya, WHO menyetujui tim peneliti dan memberi nama varian ini dengan Omicron, yang merupakan huruf ke-15 dalam alfabet Yunani. 

Omicron menjadi varian virus ke-5 yang terkenal cepat menyebar setelah Alpha, Beta, Gamma dan Delta.

Gejala-gejala Terkena Varian Omicron

Demam menjadi salah satu gejala Omicron/Wavebreakmedia

Seorang dokter pertama yang melaporkan kasus Omicron, Angelique Coetzee menjelaskan sejumlah gejala cukup “aneh” pada penderitanya. Gejala tak biasa tapi termasuk ringan ini muncul pada beberapa pasien yang berada di Pretoria, Afrika Selatan.

Salah satu gejala yang Coetzee laporkan adalah denyut nadi para pasien sangat tinggi dan kelelahan yang hebat. Namun, tak ada satupun pasien yang kehilangan penciuman atau rasa, padahal gejala ini merupakan gejala umum penderita COVID.

Gejala yang cukup ringan ini kebetulan mengenai sejumlah pasien di usia produktif serta anak-anak di bawah usia 15 tahun. Semua pasiennya tidak memiliki komorbid, namun belum mendapat vaksinasi sama sekali. 

Walau gejalanya termasuk ringan, Ia menyatakan kekhawatirannya jika varian ini mengenai para lanjut usia dan juga mereka yang memiliki penyakit bawaan. 

Beberapa gejala lain yang banyak dilaporkan dari varian Omicron adalah:

  • Pusing
  • Mual
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Demam
  • Sakit tenggorokan

Namun, yang harus kita waspadai adalah, varian omicron ini merupakan varian dengan jenis mutasi terbanyak. Omicron memiliki sekitar 30 mutasi pada protein spike yang bisa mengikat sel pada tubuh manusia.

Mutasi protein inilah yang mengakibatkan varian virus bisa menyebar lebih cepat dari varian lain.

Risiko Masuk ke Indonesia

Kemenkes merilis, hingga saat ini, ada sembilan negara yang terkonfirmasi varian Omicron dengan jumlah 128 kasus. Negara-negara tersebut antara lain Afrika Selatan, Hongkong, Inggris, Italia dan Belgia. 

Ada pula 4 negara yang kemungkinan sudah memiliki varian baru ini, namun masih dalam tahap penelitian, antara lain Belanda dan Jerman. 

Akibat dari penyebaran varian baru ini, pemerintah Indonesia langsung menutup akses pendatang dari sejumlah negara yang terkonfirmasi memiliki varian baru ini. 

Pemerintah juga memberhentikan sementara visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi negara-negara tersebut. 

Bagi WNI yang pernah mengunjungi negara-negara yang terkonfirmasi memiliki varian Omricon, wajib melakukan tes PCR dan karantina selama 14 hari. 

[*]

Sumber: WHO, Kementerian Kesehatan RI, BBC Indonesia, CNBC Indonesia

Bagikan!

Tinggalkan Balasan