Jangan Asal “Ngacir”, Ini Persiapan Sebelum Lari

Jangan Asal “Ngacir”, Ini Persiapan Sebelum Lari
  • Tanpa persiapan, apa pun yang kita lakukan tidak akan berhasil maksimal. Ingat,”Que escendit sine labore, descendit sine honore”
  • Jangan lupa makan sekitar satu jam sebelumnya. Para pelari menyebut makan sebelum lari sebagai carbo loading yang bisa menambah energi dalam tubuh

noDokter – Hampir bersamaan dengan bersepeda, kesadaran orang-orang untuk berolahraga membuat lari menjadi pilihan teratas. Wajar, olahraga ini tergolong mudah kita lakukakan dan murah dalam pembiayaan. Namun Anda perlu persiapan sebelum lari.

Hanya tak jarang, karena menganggapnya mudah, persiapan untuk melakukan olahraga lari secara tepat dan sehat, tak banyak orang melakukannya. Alhasil, kerap kita dengar berbagai hal yang tak kita harapkan, mulai dari cedera kecil hingga yang lebih serius, terjadi.

Pendiri kelompok pecinta olahraga lari, Indo Runner, Reza Puspo pernah mengatakan, persiapan lari sangatlah perlu. Berawal dari latihan yang memang menjadi kewajiban, pemanasan, hingga memilih peralatan pendukung seperti baju, celana training, dan sepatu.

Jangan lupa lakukan carbo loading, atau makanlah sedikit satu jam sebelum berlari.

Sepatu dan kaos

Menurut dia, dalam memilih sepatu, selain perlu menyesuaikan dengan jenis dan ukuran kaki masing-masing, yang harus kita perhatikan adalah kelenturan sepatu dan bagaimana kondisi dasar sepatu untuk kaki.

Pada beberapa sepatu lari, kualitas optimumnya itu berkisar pada jarak 600–800 kilometer. Artinya, setelah melewati jarak itu biasanya kualitas sepatu akan berkurang.

Perlengkapan lainnya yang juga penting adalah pakaian. Usahakan memilih baju yang berbahan dry fit, jangan katun. Hal ini guna mudah menyerap keringat, dan ini sangat penting supaya badan tidak menjadi lembap dan justru mengganggu kenyamanan kita saat berlari.

Jangan lupa makan

Persiapan berikutnya sebelum lari adalah… makan! Lho, kok, bukannya akan menimbulkan persoalan saat berlari?

Justru hal itu perlu untuk membantu menambah energi saat kita berlari. Tapi ingat, lakukan itu setidaknya satu jam sebelum berolahraga lari.

Sekadar roti dengan selai kacang, dua butir telur, atau sebiji pisang sudah sangat cukup. Para pelari menyebut makan sebelum lari sebagai carbo loading yang bisa menambah energi dalam tubuh.

Awas, pemanasan

Bukan hanya pemanasan global saja yang harus kita pikirkan. Pemanasan sebelum berlari pun harus menjadi kepedulian.

Bila tidak, bisa saja terjadi kram pada kaki. Selain itu, beri batasan jarak tempuh  yang akan kita capai saat berlari. Semakin sering berolahraga lari, boleh saja jarak tempuh semakin jauh. Tapi kalau baru mulai, ya jangan langsung mengambil jarak lari marathon dong! (*)

Bagikan!

Tinggalkan Balasan