Hambatan Vaksinasi Covid, dari Isu Miring Vaksin Hingga KIPI

Hambatan Vaksinasi Covid, dari Isu Miring Vaksin Hingga KIPI
Pelaksanaan vaksinasi massal/Anri.go.id
  • Gejala KIPI itu mirip Covid karena vaksinasi menyuntikkan bagian-bagian dari virus agar tubuh mengenali virus yang sebenarnya.
  • Masyarakat masih percaya vaksin mengandung microchip, tidak halal dan takut kalau sudah divaksin malah terkena Covid.

noDokter – Program vaksinasi terus gencar dilakukan pemerintah. Namun masih saja ada yang percaya dengan isu vaksin. Bahkan ada yang datang ke tempat vaksinasi dengan tujuan untuk mendapatkan sertifikat vaksin tapi tidak mau disuntik.

“Ini sebuah tantangan terkait beredarnya isu soal vaksin. Karena isu tak jelas ini, banyak yang datang ke tempat vaksinasi hanya untuk mendapat surat atau sertifikat vaksin saja. Hal ini mengingat saat ini ke mana-mana harus menunjukkan surat sudah vaksinasi,” kata dokter Abednego Okthara Sebayang dari Rumah Sakit Setio Husodo, Kisaran Sumatera Utara, kepada noDokter, kemarin.

Menurut data dari Covid19.go.id, per 12 September 2021, program vaksinasi sudah mencapai 72,7 juta orang sudah mendapat vaksinasi pertama, sebanyak 41,7 vaksinasi kedua. Juga tercatat sebanyak 778 ribu orang telah mendapat vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga bisnis. Sementara target sasaran vaksinasi nasional mencapai 208 juta orang.

dr Abednego Okthara Sebayang

Dokter Abed yang juga vaksinator ini merasakan banyak masyarakat masih percaya bahwa vaksin mengandung microchip. Juga percaya vaksin tidak halal meskipun sudah ada pernyataan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ada juga isu kalau sudah mendapat vaksin malah terkena Covid.

“Memang gejala KIPI itu hampir mirip karena vaksinasi menyuntikkan bagian-bagian dari virus itu agar tubuh mengenali virus yang sebenarnya,” tambahnya. KIPI merupakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang sering orang alami setelah vaksinasi.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nomemsen Medan mengingatkan, warga yang belum vaksinasi jangan takut dengan efek samping atau KIPI. Hal ini mengingat berbahayanya virus Covid ini.

Penanganan KIPI

Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah KIPI? Semuanya tergantung tubuh masing-masing. Kalau hanya pegal-pegal saja, ia menyarankan untuk mengompres dengan air dingin. Sementara kalau ada KIPI demam, pegal-pegal, cukup mengonsumsi paracetamol saja. “Paracetamol itu sebaiknya jangan dikonsumsi sebelum vaksinasi. Karena hal itu akan mengganggu efektivitas pembentukan imunitas dari vaksin tersebut,” tambahnya

Ia juga menambahkan, ketika terjadi demam dan sebagainya, sebenarnya hal itu adalah respons tubuh yang baik. Berarti menjadi tanda atau sinyal bahwa tubuh sedang bekerja membentuk antibody. “Jangan pernah takut mendapat KIPI, lebih baik terkena KIPI daripada terkena Covid,” tandasnya.

Sebagai warga, kata dr Abednego, sebaiknya membantu pemerintah menyukseskan program  vaksinasi ini. “Supaya tercipta herd immnunity, jangan pernah percaya kata orang, tapi bertanyalah kepada orang yang tepat misalnya kepada tenaga medis,” jelasnya lagi. [*]

Bagikan!

Tinggalkan Balasan