Demensia dan Alzheimer, Apa Perbedaan Keduanya?

Demensia dan Alzheimer, Apa Perbedaan Keduanya?
Ilustrasi/iStock
  • Demensia bukan penyakit spesifik namun mengarah pada gejala yang memengaruhi fungsi kognitif.
  • Penyakit Alzheimer adalah bentuk paling umum demensia dengan sekitar 70 persen dari total kasus.

noDokter – Demensia dan Alzheimer adalah dua istilah yang sering digunakan untuk kondisi kesehatan mental yang terkait dengan kehilangan memori dan kurangnya konsentrasi. Padahal, keduanya memiliki makna yang jauh berbeda.

Demensia merupakan istilah umum untuk menggambarkan berbagai gejala yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Beberapa kondisi mental dikategorikan sebagai demensia, dan Alzheimer adalah salah satunya.

Demensia bukanlah penyakit spesifik namun mengarah pada serangkaian gejala yang memengaruhi fungsi kognitif seseorang. Seperti ingatan, pemikiran dan fokus, kemampuan memecahkan masalah, penggunaan bahasa, dan persepsi visual.

Penyakit Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia dengan sekitar 70 persen dari total kasus, tetapi tergantung pada penyebab dan gejalanya, demensia dapat dikategorikan sebagai:

  • Demensia tubuh Lewy
  • Demensia frontotemporal
  • Penyakit Huntington
  • Demensia vaskular
  • Demensia penyakit Parkinson
  • Penyakit Creutzfeldt-Jakob
  • Demensia campuran

Penyebab dan Gejala Demensia

Tidak jelas apa sebenarnya penyebab demensia. Studi menunjukkan sebagian besar mempengaruhi orang-orang di usia yang lebih tua. Mereka yang berusia di atas 85 tahun memiliki satu atau lebih jenis demensia. Itu tidak berarti ada hubungan antara demensia dan usia seseorang. Orang dewasa yang lebih muda mungkin juga menderita demensia, tetapi kasusnya relatif rendah.

Gejala demensia dapat berkisar dari ringan hingga berat tergantung pada area otak yang terkena. Gejala demensia yang paling umum meliputi:

  • Kecemasan dan kesedihan
  • Merasa rendah diri
  • Detachment dan ketidaktertarikan
  • Mengulang pertanyaan yang sama
  • Psikosis
  • Gangguan tidur
  • Berjalan-jalan tanpa alasan
  • Perilaku yang tidak pantas

Memahami Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer memang merupakan salah satu bentuk demensia, namun tidak semua penderita demensia memiliki penyakit Alzheimer. Studi menunjukkan bahwa jenis demensia ini akibat penumpukan protein yang tidak biasa di otak. Molekul protein membentuk plak dan kusut di otak, mempengaruhi kemampuan mereka untuk berkomunikasi. Perlahan-lahan mereka mulai merusak sel-sel hingga tidak lagi dapat berfungsi dengan baik.

Gejala Penyakit Alzheimer

Gejala penyakit muncul lama setelah otak mulai rusak. Itu baru didiagnosis kemudian ketika gejalanya menjadi lebih menonjol. Bahkan saat itu tidak mungkin untuk mendiagnosis Alzheimer dengan akurasi lengkap saat seseorang masih hidup.

Tanda dan gejala awal dari kondisi ini meliputi:

  • Disorientasi
  • Perubahan suasana hati dan perilaku
  • Kebingungan tentang waktu, tempat, dan acara
  • Kesulitan menggunakan dan memahami kata-kata
  • Kesulitan menelan dan berjalan

Pengobatan penyakit Demensia dan Alzheimer

Saat ini, tidak ada obat untuk demensia atau untuk membalikkan gejala kondisi ini. Hanya jika kondisi akibat beberapa kondisi kesehatan tertentu, maka keadaan dapat kembali normal ketika kondisi primer mendapat pengobatan. Perawatan hanya dapat membantu untuk hidup dengan kondisi tersebut.

Perawatan untuk penyakit Alzheimer juga termasuk meredakan gejalanya. Tergantung pada tingkat keparahan kondisinya, dokter dapat memilih satu atau dua pilihan pengobatan

  • Obat-obatan
  • Paparan sinar matahari
  • Pelatihan kognitif
  • Perubahan gaya hidup

Sumber: TimesofIndia

Bagikan!

Tinggalkan Balasan