Apa yang Terjadi dengan Sistem Imun Ketika Divaksinasi?

Apa yang Terjadi dengan Sistem Imun Ketika Divaksinasi?
Ilustrasi suntik vaksi/Freepik
  • Vaksinasi akan sangat membantu tubuh kita melakukan pertahanan diri agar tidak terpapar parah virus ini.
  • Suntikan kedua sangat penting yang biasanya menggunakan antibodi atau vaksin yang sama.

noDokter – Anda sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19? Kalau belum segeralah. Vaksinasi merupakan cara menginduksi kekebalan tubuh secara buatan yang bersifat aktif. Namun tahukah Anda apa yang terjadi dengan sistem imun tubuh kita ketika mendapat suntikan vaksin Covid-19?

Ketika seseorang terpapar Covid-19 pasti akan mempengaruhi kekebalan tubuh atau sistem imun kita. Vaksinasi akan sangat membantu tubuh kita melakukan pertahanan diri agar tidak terpapar parah virus ini.

Prof Zulies Ikawati PhD, Apt

Menurut Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM Yogyakarta Prof Zulies Ikawati PhD, Apt, vaksinasi berlangsung dua kali. Vaksinasi pertama akan memicu respons imun primer dan akan menghasilkan antibodi ke dalam sistem imun tapi mungkin jumlahnya baru sedikit. Kemudian akan turun lagi. “Karena itulah kemudian kita membutuhkan vaksinasi kedua,” ujar Prof Zullies pada webinar BCA yang digelar bekerja sama dengan noDokter.

Di dunia saat ini vaksin Covid sebagian besar menggunakan dua kali suntikan. Kenapa dua dosis? Menurut Prof Zullies, sebenarnya hal itu tergantung dari bagaimana mendevelop-nya pada saat pengembangan vaksin. Kenapa pula intervalnya bisa beda-beda, ada yang 28 hari, ada yang 14 hari, ada pula yang 21 hari? “Nah itu juga tergantung dari saat mereka melakukan pengujian dan itu merupakan interval yang optimal untuk bisa menghasilkan kekebalan optimal,” tambahnya

Mengenali Antigen yang Sama

Suntikan kedua sangat penting yang biasanya menggunakan antibodi atau vaksin yang sama. Hal ini karena nantinya sel-sel memori akan mengenali antigen yang sama. Hal ini bisa menghasilkan secondary respon imun yang lebih cepat dan lebih besar sehingga kemudian mendapat kekebalan penuh setelah vaksinasi. “Jadi setelah masa ini akan terbentuk antibodi yang lebih sustain dan lebih lama,” imbuhnya.

Sampai kapan kekebalan yang berasal dari vaksinasi bisa bertahan? Menurutnya, masih belum ada yang pasti soal ini. Orang pertama kali di dunia yang mendapatkan vaksin Covid baru pada Desember 2020 yang berarti belum sampai setahun. Jadi kita belum tahu sebetulnya sampai setahun masihkah cukup tinggi kemampuan kekebalan dari vaksin ini.

Ia memaparkan, memang sudah ada yang mencoba mengukur tingkat kekebalan melalui pengukuran antibody. Apakah ini perlu? Ada dugaan bahwa setelah 6 bulan, manfaat vaksin mulai berkurang namun kita juga belum tahu pasti sebetulnya sampai berapa lama dan tentu saja sifatnya individual. “Setiap orang tentu berbeda dalam dalam daya tahan vaksin ini. Sehingga ada kemungkinan ke depan kita mulai memerlukan booster,” jelasnya lagi.

Untuk Indonesia, booster baru diberikan pada tenaga kesehatan sedangkan masyarakat umum belum mendapat rekomendasi. Hal ini mengingat ketersediaan vaksinnya juga belum siap.

Kekebalan setelah Terinfeksi Covid

Lalu bagaimana dengan peran kekebalan alami seseorang ketika terinfeksi Covid-19. “Sampai pada hari kelima, tubuh biasanya tidak merasakan apa-apa. Baru pada hari keenam dan ketujuh mulai ada gejala-gejala seperti batuk dan sebagainya,” ungkap Prof Zullies

Jika bukan orang tanpa gejala (OTG), pada hari ketujuh ini tubuh sudah mulai menghasilkan antibodi yang pertama yakni IgM. Ini biasanya menjadi penanda bahwa seseorang itu sedang aktif terpapar Covid.

Saat itu juga sistem sel-sel memori akan meresponsnya. Selanjutnya pada hari ke-14, tubuh akan menghasilkan IgG yaitu antibodi yang lebih sustain yang akan berada dalam darah untuk imunitas jangka panjang.

Berapa lama kekebalan yang bisa dihasilkan ketika kita terpapar Covid-19? Banyak yang sudah mencoba melakukan studi, kira-kira kekebalannya sekitar 3-6 bulan. Karena itu di Indonesia, penyintas Covid baru bisa mendapatkan vaksin diminta menunggu selama tiga bulan. Karena setelah sembuh diasumsikan bahwa dalam tiga bulan ia masih memiliki kekebalan alami. [*]

Bagikan!

Tinggalkan Balasan