Angka Kematian COVID Melonjak, Pemerintah Singapura Ketatkan Aturan

Angka Kematian COVID Melonjak, Pemerintah Singapura Ketatkan Aturan
Angka kematian COVID di Singapura melonjak Tinggi/getty images
  • Angka kematian COVID di Singapura hingga Oktober mencapai 280, meningkat dari jumlah 55 pada September.
  • Varian Delta sangat rentan menyerang mereka yang telah lanjut usia atau yang memiliki penyakit bawaan, walau telah mendapat vaksin.

noDokter – Singapura terkenal sebagai negara yang sangat proaktif dalam memberantas virus COVID-19. Ini terbukti dengan tingginya penyebarluasan vaksin yang sudah mencapai 84%.

Namun, fakta terbaru menunjukan jumlah kematian akibat virus corona ini malah meningkat sebulan terakhir. Data dari Kementerian Kesehatan Singapura menyebut, angka kematian mencapai 280 jiwa. 

Angka tersebut meningkat drastis dari Bulan September yaitu sebanyak 55. Kementerian Kesehatan Singapura juga menyebut ada 3.439 kasus COVID baru hingga Kamis lalu (21/10). 

Akibat Gelombang Baru Varian Delta

Penambahan kasus baru serta angka kematian yang terus meningkat ini sebagai akibat dari gelombang baru virus corona yaitu varian delta. 

Varian baru ini masuk ke Singapura sejak September lalu, dan mulai mengubah semuanya. Angka kasus baru hingga mencapai 4.000 adalah rekor baru bagi Singapura.

Angka tersebut bahkan lebih tinggi dari jumlah puncak gelombang COVID tahun lalu di sana. 

Menyerang Mereka dengan Sistem Imun Rendah

Singapura sempat dinobatkan sebagai salah satu negara yang sudah terbebas dari COVID, dengan tak ada penambahan kasus setiap harinya. 

Pemerintah Singapura juga sangat menggalakkan penyebaran vaksin untuk penduduknya yang berjumlah sekitar 5,5 juta orang. 

Namun, varian baru virus corona ini ternyata banyak menyerang para lanjut usia dan mereka yang memiliki sistem imun lemah. 

Mengutip dari Today Online, dari jumlah kematian mencapai 280 jiwa, 30% dari jumlah tersebut adalah para lanjut usia yang sudah mendapat vaksin lengkap, namun memiliki penyakit bawaan. 

Hal ini turut memperkuat penelitian terbaru tentang betapa ganasnya varian delta, sehingga vaksin pun tak bisa mencegahnya, terutama bagi mereka yang sudah sangat tua ataupun memiliki penyakit cukup parah.

Menjadi Negara ke-3 dengan Rata-rata Jumlah Kematian Tertinggi

Dari angka kematian COVID yang meningkat drastis, kini Singapura menjadi peringkat ke-3 negara dengan rata-rata jumlah kematian tertinggi. 

Mengutip daftar dari Our World in Data, Singapura mendapat angka rata-rata kematian selama 7 hari yaitu sekitar 1,77. Angka ini menempatkannya setelah Amerika Serikat dengan 4,19 dan Britania Raya yaitu sebesar 1,92. 

Singapura juga kini melampaui negara-negara sekitar yang biasanya langganan menduduki peringkat teratas kasus kematian, yaitu Jepang (0,18), Korea Selatan (0,28) dan Australia (0,58).

Tapi, jumlah akumulasi tingkat kematian di Singapura, masih tetap yang paling rendah di dunia dengan jumlah sekitar 47,5 per populasinya. Hal ini tentu sangat rendah jika membandingkan dengan Amerika Serikat yang mencapai 2.202,4. 

Singapura Berencana Memperketat Kembali Aturan Social Distancing

Sebelumnya, Singapura perlahan mulai melonggarkan aturan kunjungan dari negara lain. Menurut Reuters, Singapura sudah tak lagi memberlakukan wajib karantina untuk sejumlah negara pengunjung. 

Kebijakan ini bahkan diikuti oleh sejumlah negara lain, seperti Australia dan Selandia Baru. Namun, Cina masih belum berani melakukan hal yang sama. 

Dengan kasus yang bertambah drastis juga angkat kematian yang kian meningkat, Singapura berencana memperketat lagi aturan kunjungan. 

Pihak berwenang juga mengatakan akan memperpanjang aturan social distancing selama 1 bulan ke depan, demi meringankan pekerjaan para tenaga medis. 

Pemerintah Singapura juga berencana untuk terus menyebarkan vaksin booster untuk mereka yang sudah mendapat dosis lengkap. Sekitar 600.000 orang yang kebanyakan merupakan usia di atas 30 tahun, sudah mendapat booster ini.

Sumber: Today Online, Reuters

Bagikan!

Tinggalkan Balasan