7 Mitos Kesehatan yang Paling Populer di Indonesia

Admin 18 Jan 2022 09:00
header-img
  • Selama ini kita menyebut panas dalam sebagai penyakit, padahal dalam istilah medis tak ada "panas dalam".
  • Sendawa ketika pijat? Itu ternyata bukan karena penyakitnya sudah keluar loh.

noDokter - Masyarakat Indonesia memang tak bisa lepas dari mitos, termasuk soal kesehatan. Apalagi jika mitos tersebut didukung dengan penjelasan ilmiah yang sebenarnya tidak tepat.

Bahayanya, karena sudah dipercayai secara turun-temurun, masyarakat terus melakukan ataupun menghindari apa-apa yang berkaitan dengan mitos.

Untuk itu, kami mengumpulkan mitos kesehatan terpopuler dan akan menguak faktanya berdasarkan riset serta jawaban dari partner-partner kami yang ahli di bidangnya.

1. Panas Dalam Masuk dalam Kategori Penyakit

Istilah medis tidak mengenal panas dalam/SHutterstock

Ketika Anda sakit di area tenggorokan, ataupun sariawan, bibir kering, biasanya Anda menyimpulkannya dengan "panas dalam". Padahal, panas dalam tidak termasuk dalam kategori penyakit.

Dunia medis tidak mengenal panas dalam sebagai penyakit. Namun, istilah ini menjadi sangat umum untuk mewakilkan serangkaian gejala yang timbul.

Panas dalam sebenarnya adalah kumpulan gejala dari berbagai penyakit. Istilah ini berasal dari konsep pengobatan tradisional Tiongkok dengan filosofi yin (dingin) dan yang (panas).

Istilah ini telah digunakan dari 2.000 tahun lalu untuk menjelaskan sensasi panas dan dingin yang dirasakan di dalam tubuh. Faktor penyebabnya badalah konsumsi makanan tertentu secara berlebihan yang menyebabkan sakit tenggorokan, sariawan, dan lain-lain.

Selain konsumsi makanan berminyak, serangkaian penyakit 'panas dalam' juga bisa teradi karena iritasi, gangguan asam lambung, dan masalah pencernaan.

Mitos ini banyak dimanfaatkan oleh perusahaan untuk membuat produk yang mengklaim bisa mengatasi gejala 'panas dalam' secara bersamaan. Padahal, karena gejala-gejala ini berbeda satu sama lain, diperlukan pengobatan yang berbeda pula.

2. Penyakit Bisa Hilang dengan Sendawa Ketika Pijat

Sendawa saat pijat bukan karena penyakit keluar/Shutterstock

Pernahkah Anda datang ke tukang pijat untuk menghilangkan rasa tak enak di badan, kemudian si tukang pijat sendawa? Banyak yang percaya bahwa dengan bersendawa, penyakit yang Anda derita sudah terbawa keluar bersama dengan angin yang keluar dari mulut tersebut.

Sayangnya, lagi-lagi ini hanya mitos. Faktanya, saat pijat, tubuh memberikan dua macam respons yang menyebabkan Anda sendawa yaitu respons mekanis dan parasimpatis.

Pada respons mekanis, tekanan pada pijatan memicu gerak peristaltik atau kontraksi terus-menerus di usus. Gerakan ini akan mendorong udara keluar melalui mulut atau bersendawa.

Mengutip jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine (2014), pijatan juga bisa menimbulkan respons saraf parasimpatis. Respons ini bisa membuat pembuluh darah melebar dan melancarkan aliran darah pada saluran pencernaan.

Jika darah mengalir dengan lancar, hal ini memicu gerakan otot usus dan mendorong gas yang terjebak menuju mulut. Itu sebabnya, Anda sendawa saat pijat.

Baca Juga: Masuk Angin? Benarkah Angin Luar Masuk ke Tubuh?

3. Tidur 'Ketindihan' Adalah Ulah Makhluk Gaib

Ketindihan bukan ulah makhluk halus/Shutterstock

"Eureup-eureup" atau ketindihan sering dikatikan dengan ulah makhluk halus, padahal gejala ini ada penjelasan medisnya. Adalah 'sleep paralysis' yang ternyata sudah umum terjadi dalam dunia kesehatan.

Menurut data American Academy of Sleep Medicine, ketindihan bisa terjadi akibat siklus tidur yang tak teratur, masalah kesehatan juga kejiwaan.

Gejala ini bisa terjadi pada siapa saja, namun ada sejumlah kelompok berisiko tinggi terpapar, yaitu mereka yang insomnia, narkolepsi, kecemasan, depresi mayor, gangguan bipolar dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD). 

Sejumlah gejala 'sleep paralysis' yang umum terjadi:

  • Merasa seolah-olah ada sesuatu yang menekan Anda
  • Seperti seseorang atau sesuatu ada di dalam ruangan
  • Takut berlebihan
  • Sulit bernafas
  • Berkeringat
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala

Baca Juga: Ketindihan Saat Tidur Bukan Ulah Makhluk Halus

4. Nanas Bisa Menggugurkan Kandungan

Nanas malah baik untuk kesehatan/Shutterstock

Buah nanas menjadi salah satu buah pantangan bagi para ibu hamil. Pasalnya, banyak yang mempercayai bahwa nanas bisa menggugurkan kandungan. Tapi, ini tidak benar.

Tidak ada bukti ilmiah yang menyebut bahwa nanas yang dikonsumsi oleh ibu hamil muda maupun tua dapat mengugurkan kandungan. Mitos ini berdasarkan pada kandungan bromelain yang terdapat dalam nanas.

Bromelain adalah salah satu jenis enzim yang memecah protein dalam tubuh. Kebanyakan mengonsumsi bormelain bisa mengakibatkan pendarahan tidak normal.

Namun, yang harus Anda tahu, kandungan bormelain dalam nanas sangatlah sedikit. Batas aman konsumsi nanas adalah 8-10 buah dalam waktu bersamaan.

Alih-alih, membahayakan kandungan, nanas malah punya banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya melancarkan pencernaan, mencerahkan kulit dan meningkatkan kesehatan jantung.

Baca Juga: Jus Nanas Juga Bermanfaat Bagi Diabetesi dan Asam Urat

5. MSG Bisa Bikin Bodoh

Makan micin tidak membuat bodoh/iSTock

Monosodium Glutamat (MSG) atau yang lebih dikenal dengan 'micin' banyak diklaim bisa membuat kerusakan otak dan kebodohan. Padahal, hal ini kurang tepat.

Micin atau MSG sebenarnya penyedap rasa yang terbuat dari molekul garam natrium dengan air dan asam amino L-glutamat. Kombinasi ketiga molekul ini menghasilkan rasa gurih yang mirip dengan rasa umami rumput laut.

Faktanya, tak ada kandungannya yang berbahaya. Bahkan Food and Drugs Administration milik AS menyatakan bahwa MSG merupakan penyedap rasa yang aman.

Seperti halnya garam juga gula, tentunya ada batasan aman konsumsi untuk MSG. WHO menyarankan batas aman menggunakan micin setiap harinya yaitu 0,1 gram/Kg Berat badan. Misalnya, jika berat badan Anda 60 Kg, maka batas maksimalnya 6 gram (setengah sendok teh/hari).

Nah, tapi ingat, MSG juga memang bisa menimbulkan bahaya jika kita konsumsi secara berlebihan. Salah satu efeknya adalah vertigo, peradangan pada tubuh dan diabetes.

Tonton Selengkapnya: Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlalu Banyak Micin

6. Biji Cabai Bikin Usus Buntu

Biji cabai bukan penyebab usus buntu/iStock

Banyak orang percaya bahwa usus buntu terjadi akibat banyak menelan biji cabai maupun biji jambu. Tentunya ini sekadar mitos belaka.

Usus buntu atau apendisitis merupakan peradangan yang terjadi di organ apendiks. Belum diketahui pasti apa penyebab usus buntu.

Namun, adanya sumbatan (karena tinja, cacing, tumor), penebalan jaringan di usus, akibat trauma atau cedera di perut, bisa menyebabkan peradangan apendiks.

Sampai saat ini tidak ada penelitian atau bukti ilmiah yang menyatakan biji cabai maupun biji jambu menjadi penyebab utama usus buntu.

7. Pasta Gigi Bisa Sembuhkan Luka Bakar

Pasta gigi malah akan membuat luka bakar makin parah/ANGHI 

Yang satu ini bisa berbahaya jika masih dipercayai. Ya, mengoleskan pasta gigi untuk menyembuhkan luka bakar, sangatlah tidak tepat.

Mengoleskan pasta gigi ke luka bakar justru membuat iritasi atau membuat luka semakin parah. Pasta gigi memiliki kandungan kalsium dan peppermint yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka bakar dan merusak jaringan kulit. 

Walaupun pasta gigi bisa mendinginkan luka sesaat, tapi, odol malah akan membuat panas dari luka bakar tersebut terperangkap di bawah jaringan kulit. Hal inilah yang memicu terjadinya infeksi.

Pertolongan pertama untuk luka bakar adalah mendinginkan bagian yang terluka dengan mengalirkan air bersih kurang lebih selama 15-20 menit.

Jika luka bakar Anda membentuk lepuhan, sebaiknya hindari untuk memecahkannya karena meningkatkan risiko masuknya infeksi. Cukup tutup dengan kain kasa lembap atau dressing luka antimikroba. [*]

Artikel ini sudah diverifikasi oleh dr. Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA

Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan Direktur RSIA Viola Bekasi.


Apakah artikel ini membantu anda?

Kami menggunakan cookie untuk memastikan bahwa kami memberikan pengalaman terbaik untuk Anda.
Jika Anda terus menggunakan situs ini, kami akan menganggap Anda menyukai website ini.